Ragam bahasa Indonesia ialah variasi pemakaian bahasa Indonesia yang secara umum tetap berpola pada bahasa Indonesia baku. Variasi ini terdapat pada bidang bunyi bahasa, intonasi, morfologi, pilihan kata, atau istilah, dan sintaksis. Ragam bahasa Indonesia dapat ditinjau dari dua segi, yaitu segi pemakai bahasa dan segi pemakaian bahasa. Berdasarkan pemakai bahasa, kita mengenal bahasa Indonesia ragam kedaerahan/dialek(bahasa Indonesia dialek Jakarta, dialek Medan, dialek Jawa, dsb.), bahasa Indonesia ragam golongan remaja, dan bahasa Indonesia ragam intelektual.
Berdasarkan pemakaian bahasa, kita mengenal bahasa Indonesia ragam agama, ragam iptek, ragam politik, ragam petani, ragam pedagang, ragam militer, dsb.
Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan, yaitu
(1) sebagai bahasa nasional dan
(2) sebagai bahasa negara.
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi
(1) sebagai lambang kebanggaan nasional
(2) sebagai lambang identitas nasional,
(3) sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan
(4) sebagai alat perhubungan antar-budaya dan antardaerah.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi
(1) sebagai bahasa resmi negara
(2) sebagai pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan
(3) sebagai bahasa resmi di dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan, dan
(4) sebagai bahasa resmi di dalam pembangunan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
Sesuai dengan fungsi di atas, tidak mengherankan bila bahasa Indonesia memiliki berbagai ragam bahasa. Berdasarkan tempat atau daerahnya, bahasa Indonesia terdiri dari berbagai dialek, antara lain dialek Jakarta, Jawa, Medan, dan lain-lainnya; berdasarkan penuturnya didapati ragam bahasa golongan cendekiawan dan ragam bahasa golongan bukan cendekiawan; berdasarkan sarananya didapati ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis; berdasarkan bidang penggunaannya didapati ragam bahasa ilmu, ragam bahasa sastra, ragam surat kabar, ragam bahasa undang-undang, dan lain-lainnya dan berdasarkan suasana penggunaannya bahasa Indonesia dapat digolongkan menjadi dua ragam bahasa, yaitu ragam bahasa resmi dan ragam bahasa santai.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa penyebutan bahasa Indonesia ragam ilmu itu berdasarkan bidang penggunaan bahasa. Jika dilihat dari segi penuturnya, ragam bahasa ilmu termasuk ragam bahasa golongan cendekiawan; jika dilihat dari sarananya, ragam bahasa ilmu mungkin termasuk ragam bahasa lisan mungkin juga termasuk ragam bahasa tulis; jika dilihat dari suasana penggunaanya, jelas bahwa ragam bahasa ilmu termasuk ragam bahasa resmi; dan yang terakhir, bila dilihat dari segi daerah atau tempat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar